pertemuan terakhir kami saat itu tepat tanggal 18 desember 2015, hari dimana aku merasa begitu bahagia karena bisa bersama-sama merayakan ulang tahunnya untuk pertama kali meski aku tak memberikannya hadiah.namun ternyata itu tak seperti yang aku bayangkan, untuk bisa merayakan lagi bersamanya. hari itu benar-benar menjadi hari terakhir pertemuan ku bersamanya. memang sebelumnya terjadi sebuah masalah saat aku akan kembali pulang kerumah, tapi aku tak pernah berpikir bahwa hari itu adalah hari terakhir kami bertemu.
memang itu hari terakhir kami bertemu namun itu bukan berarti kami tidak berkomunikasi. meski kami sudah tidak bertemu lagi tapi kami masih tetap bisa berkomunikasi. komunikasi kami begitu lancar sampai hari natal tiba, setelah hari natal berlalu dan masuk ke tahun baru komunikasi kami mulai menghilang.
saat pergantian tahun aku berangkat ke jakarta, sebenarnya aku malas untuk berngkat ke sana tapi karena aku merasa di manado begitu menyakitkan sampai akhirnya aku berangkat. aku pikir saat aku berangkat aku bisa merasa lebih bahagia ternyata aku salah yang ada malah aku lebih menderita. andaikan aku tak berangkat mungkin semuanya tak akan seperti ini. meski aku berangkat hanya untuk sementara tapi ternyata itu malah membuat aku kehilangan dia untuk selamanya dan saat aku kembali semuanya telah berubah.
saat itu terjadi aku hanya bisa terdiam melihat dirinya pergi meninggalkan aku tanpa berkata apa pun. banyak ingin ku bicarakan namun semuanya seperti tidak bisa ku jangkau lagi. sampai akhirnya semua yang ingin ku tanyakan itu hanya tersimpan manis dalam mulutku. andaikan bisa diberikan kesempatan lagi, ingin aku berbicara dengannya dan menanyakan apa maksud dari semua ini, namun aku sadar bahwa semuanya itu tidak akan pernah bisa terjadi.
kini ku coba sebisa mungkin melalui hari-hariku tanpa dirinya. meski terkadang banyak yang datang berbicara mengenai dia, bercerita mengenainya namun sebisa mungkin aku tunjukkan bahwa aku bisa tanpa dia. terkadang aku tak mampu melalui semua ini. ingin rasanya segera pergi jauh meninggalkan kota ini, menghilang bersama sakit yang aku rasakan ini
meski ku katakan aku membenci dirinya, namun sebenarny aku tak bisa membencinya. yang ada hanyalah rasa sayang yang begitu besar. tak tahu harus bagaimana untuk bisa menghilangkan rasa sayang ini.
Dia selalu datang dengan sesuka hatinya lalu pergi meninggalkan semuanya tanpa alasan yang pasti. membuatku selalu bertanya-tanya arti dari maksudnya itu...
Sakit lagi yang kurasakan....
memang itu hari terakhir kami bertemu namun itu bukan berarti kami tidak berkomunikasi. meski kami sudah tidak bertemu lagi tapi kami masih tetap bisa berkomunikasi. komunikasi kami begitu lancar sampai hari natal tiba, setelah hari natal berlalu dan masuk ke tahun baru komunikasi kami mulai menghilang.
saat pergantian tahun aku berangkat ke jakarta, sebenarnya aku malas untuk berngkat ke sana tapi karena aku merasa di manado begitu menyakitkan sampai akhirnya aku berangkat. aku pikir saat aku berangkat aku bisa merasa lebih bahagia ternyata aku salah yang ada malah aku lebih menderita. andaikan aku tak berangkat mungkin semuanya tak akan seperti ini. meski aku berangkat hanya untuk sementara tapi ternyata itu malah membuat aku kehilangan dia untuk selamanya dan saat aku kembali semuanya telah berubah.
saat itu terjadi aku hanya bisa terdiam melihat dirinya pergi meninggalkan aku tanpa berkata apa pun. banyak ingin ku bicarakan namun semuanya seperti tidak bisa ku jangkau lagi. sampai akhirnya semua yang ingin ku tanyakan itu hanya tersimpan manis dalam mulutku. andaikan bisa diberikan kesempatan lagi, ingin aku berbicara dengannya dan menanyakan apa maksud dari semua ini, namun aku sadar bahwa semuanya itu tidak akan pernah bisa terjadi.
kini ku coba sebisa mungkin melalui hari-hariku tanpa dirinya. meski terkadang banyak yang datang berbicara mengenai dia, bercerita mengenainya namun sebisa mungkin aku tunjukkan bahwa aku bisa tanpa dia. terkadang aku tak mampu melalui semua ini. ingin rasanya segera pergi jauh meninggalkan kota ini, menghilang bersama sakit yang aku rasakan ini
meski ku katakan aku membenci dirinya, namun sebenarny aku tak bisa membencinya. yang ada hanyalah rasa sayang yang begitu besar. tak tahu harus bagaimana untuk bisa menghilangkan rasa sayang ini.
Dia selalu datang dengan sesuka hatinya lalu pergi meninggalkan semuanya tanpa alasan yang pasti. membuatku selalu bertanya-tanya arti dari maksudnya itu...
Sakit lagi yang kurasakan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar